Honda CUV e: Dibikin Low dan Clean, Modifikasi Onre Motoshop Capai 90 Persen

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:50 WIB
Honda CUV e: garapan Onre Motoshop tampil lebih rendah dan panjang dengan roda mundur 5 cm, repaint putih, kaki-kaki custom, dan kokpit baru.(Pinterest)
Honda CUV e: garapan Onre Motoshop tampil lebih rendah dan panjang dengan roda mundur 5 cm, repaint putih, kaki-kaki custom, dan kokpit baru.(Pinterest)

JAKARTA - Honda CUV e: tampil dengan wajah berbeda setelah mendapat sentuhan modifikasi dari Benny Saputra, pemilik Onre Motoshop. Motor listrik Honda tersebut tidak hanya mengandalkan ubahan kosmetik, tetapi juga mendapat revisi pada kaki-kaki, posisi roda, suspensi, pengereman, hingga kokpit.

Proyek ini sebenarnya sudah dikerjakan sekitar satu tahun lalu. Namun, Onre Motoshop baru membagikan detail pengerjaannya melalui video YouTube. Konsep yang dipilih cukup jelas, yakni membuat Honda CUV e: terlihat lebih panjang dan rendah tanpa mengorbankan fungsi sebagai kendaraan harian.

Benny menyebut modifikasi motor listrik memiliki tantangan tersendiri. Tidak ada knalpot maupun intake yang bisa diganti seperti pada motor bermesin bensin. Karena itu, ia memilih mengoptimalkan bagian yang memang memungkinkan untuk diubah.

Hasil akhirnya dinilai sudah mencapai sekitar 90 persen dari imajinasi awal Benny.

Baca Juga: Polres Blitar Kota Gandeng Jawa Pos Radar Blitar Bekali Bhabinkamtibmas Ketrampilan Foto dan Video

Honda CUV e: Dibuat Lebih Panjang

Perubahan utama terlihat pada bagian belakang. Onre Motoshop membuat extender di dalam bodi untuk mendorong posisi roda belakang sekitar 5 cm ke belakang.

Ubahan tersebut membuat proporsi motor terlihat lebih panjang. Suspensi belakang kemudian menggunakan produk RPM yang sebelumnya dibuat dalam tahap prototyping khusus untuk Honda CUV e: ini.

Pelek belakang masih mempertahankan model standar. Namun, ban diganti menggunakan produk ADX yang memiliki bentuk lebih bulat dan sedikit lebih lebar.

Benny sebenarnya sempat ingin menggunakan pelek belakang berukuran 4 inci dengan ban berukuran lebih besar. Akan tetapi, rencana itu akhirnya ditunda karena membutuhkan perubahan pada posisi suspensi dan mounting motor.

Menurut Benny, persoalan tersebut bukan hanya mengenai tampilan. Perubahan juga berpengaruh terhadap geometri dan keseimbangan motor. Jika dipaksakan, distribusi bobot bisa menjadi terlalu offset ke kiri.

Karena motor tersebut masih digunakan untuk mobilitas, Benny memilih mempertahankan konfigurasi yang dianggap lebih nyaman.

Bagian buntut belakang juga dipotong. Namun, pemotongan tidak dilakukan sampai habis agar bentuknya tidak terlihat terlalu kotak. Sisa bagian belakang nantinya digunakan untuk memasang plate holder Lighttech.

Repaint Champion White Metallic

Ubahan berikutnya datang dari sektor warna. Honda CUV e: bawaan yang dimiliki Benny menggunakan warna putih matte.

Permukaan matte dianggap lebih mudah terlihat kotor. Karena itu, seluruh bodi kemudian dicat ulang menggunakan warna Champion White Metallic khas Honda.

Proses pengecatan dikerjakan NS Custom. Hasilnya dibuat glossy dengan pengerjaan yang rapi. Benny bahkan menyebut hasil pengecatan yang tipis dan bersih membuat perubahan tersebut tidak langsung terlihat seperti hasil repaint.

Pelek depan dan belakang juga dicat ulang. Warna gold ringan atau champagne dipilih agar berpadu dengan bodi putih.

Selain warna, bagian kaki-kaki mendapatkan sejumlah perubahan. Disk brake menggunakan PSM dengan bagian tengah berwarna biru. Kaliper depan memakai X Rider by RPM dengan model radial.

Selang rem menggunakan model karbon. Suspensi depan juga dipendekkan untuk menyesuaikan konsep bodi yang sudah dibuat lebih rendah.

Dudukan spakbor depan ikut direposisi agar lebih dekat dengan roda. Hasilnya, bagian depan Honda CUV e: terlihat lebih rapat dan memiliki karakter yang lebih agresif.

Baca Juga: Hari Baik Membangun Rumah Menurut Jawa, Hitung Neptu Suami Istri dan Hari

Kokpit Dibuat Custom

Benny juga memberikan perhatian khusus pada bagian kokpit. Menurutnya, ukuran panel instrumen pada varian yang digunakan lebih proporsional dibanding versi Honda CUV e: dengan layar yang lebih besar.

Bagian stang kemudian dilepas dan dudukannya dibuat ulang secara custom. Posisi stang diatur dari jarak, tinggi, hingga batas penurunan agar tetap nyaman saat digunakan.

Stang Rizoma berwarna aluminium dipadukan dengan setup tersebut. Spion dipasang di bagian samping handle untuk membuat tampilan kokpit terlihat lebih bersih.

Sejumlah switch menggunakan komponen dari motor lain. Controller di sisi kiri juga dibuatkan housing menggunakan material hasil 3D printing.

Dudukan speedometer turut dibuat ulang. Komponen tersebut tetap menggunakan rubber damper untuk menjaga sistem LED Matrix.

Pada sistem pengereman, master rem depan menggunakan Aquosato dengan tabung rem Lighttech berwarna biru. Dudukannya memakai Alpha Performance.

Aksen biru tersebut sengaja dipilih agar selaras dengan bagian tengah disk brake dan detail biru lain yang terdapat pada motor.

Menariknya, Honda CUV e: hasil modifikasi ini tidak hanya dipajang di showroom. Motor sempat digunakan untuk riding bersama Veda dan Mario Aji dari Hotel Artotel Senayan menuju Sarinah.

Benny memastikan seluruh fungsi motor tetap berjalan normal. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa konsep modifikasi yang diterapkan masih memungkinkan Honda CUV e: digunakan untuk mobilitas.

Meski sudah mencapai sekitar 90 persen, Benny masih memiliki keinginan untuk mengembangkan motor tersebut. Salah satu sektor yang ingin digali lebih jauh adalah controller, baterai, dan motor listriknya.

Menurut Benny, bagian casis dan bodi Honda CUV e: sudah memiliki desain yang menarik. Tantangannya sekarang adalah menemukan komponen yang tepat untuk meningkatkan kemampuan motor tanpa menghilangkan kenyamanan.

Modifikasi ini juga memperlihatkan pendekatan Onre Motoshop terhadap motor listrik. Alih-alih sekadar mengejar perubahan ekstrem, setiap ubahan diarahkan agar memiliki fungsi dan tetap sesuai konsep.

Honda CUV e: akhirnya tampil lebih rendah, panjang, bersih, dan personal. Di saat motor listrik mulai menjadi bagian dari perkembangan kendaraan roda dua, proyek seperti ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik juga memiliki ruang luas untuk kreativitas dan modifikasi.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : One3Motoshop
motor listrik Honda Modifikasi motor listrik Honda CUV e: Onre Motoshop Honda CUV e modifikasi