Update Desil Kota Blitar Melonjak, BPS Layani hingga 50 Warga Sehari, Didominasi Lansia

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:27 WIB
Warga Update Desil Melonjak.
Warga Update Desil Melonjak.

 

BLITAR KAWENTAR – Update desil Kota Blitar mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir. Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar kebanjiran warga yang datang untuk memperbarui data kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

Lonjakan update desil Kota Blitar tersebut mayoritas berasal dari warga lanjut usia (lansia) dan kelompok berkebutuhan khusus. Mereka memilih datang langsung ke kantor BPS karena mengalami kendala ketika melakukan pembaruan data secara mandiri melalui telepon seluler.

Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramosito mengatakan, peningkatan jumlah warga yang mengajukan pembaruan data mulai terlihat setelah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 dirilis pada akhir Juli lalu. Kondisi tersebut membuat BPS harus mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.

Baca Juga: Data Desil Salah Bisa Bikin Anak Gagal Terima Beasiswa, Pemkot Blitar Minta Warga Segera Lapor

Kunjungan Warga Meningkat Tajam

Untuk melayani masyarakat, BPS Kota Blitar membuka dua titik layanan. Selain di kantor BPS, pelayanan juga tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Blitar.

Hanung menyebut, jumlah warga yang datang ke MPP dalam dua pekan terakhir telah mencapai lebih dari 150 orang. Sementara itu, jumlah warga yang mendatangi kantor BPS juga meningkat tajam.

Dalam kondisi normal, kunjungan warga ke kantor BPS rata-rata hanya berkisar lima sampai sepuluh orang per hari. Namun, belakangan jumlah tersebut bisa melonjak hingga lebih dari 50 orang dalam sehari.

“Dalam dua pekan ini, yang ke MPP itu sudah lebih dari 150 orang. Kalau di sini rata-rata sehari 5 sampai 10 orang, tapi belakangan bisa sampai 50 lebih,” ujar Hanung kepada Koran ini, Minggu (6/9).

Baca Juga: Perubahan APBD 2026 Dikebut, Dewan Blitar Minta September Sudah Ditetapkan agar Program Tak Terlamba

Tingginya animo masyarakat juga membuat pelayanan di MPP mengalami peningkatan antrean. Semula, layanan tersebut hanya dibuka setiap Jumat. Namun, karena jumlah warga yang datang cukup banyak, Hanung mengajukan penambahan hari pelayanan menjadi Kamis dan Jumat.

Mayoritas Minta Desil Diturunkan

Dari berbagai pengajuan yang masuk, sebagian besar warga merasa status desil yang tercatat dalam data lebih tinggi dibandingkan kondisi ekonomi mereka sebenarnya.

Karena itu, warga mengajukan keberatan sekaligus meminta agar posisi desilnya dapat diturunkan. Meski demikian, tidak seluruh pengajuan mengarah pada penurunan status.

BPS juga menerima sejumlah warga yang justru meminta agar posisi desil mereka dinaikkan. Namun, jumlah pengajuan tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan warga yang meminta penurunan desil.

Baca Juga: Panahan Kota Blitar Bidik Borong Medali di POPDA Jatim 2026, Latihan Hampir Setiap Hari

“Kalau dilihat rasionya, memang lebih banyak yang minta diturunkan. Tapi ada juga beberapa yang minta dinaikkan, walaupun jumlahnya tidak sebanyak itu,” kata Hanung.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masyarakat semakin memperhatikan status data kesejahteraan yang tercatat dalam sistem.

Lansia Kesulitan Update Mandiri

Tingginya jumlah lansia yang datang langsung ke kantor BPS juga tidak lepas dari kendala penggunaan layanan digital. Pembaruan data secara mandiri melalui ponsel membutuhkan sejumlah tahapan yang tidak semuanya mudah dilakukan masyarakat lanjut usia.

Salah satunya adalah kewajiban mengunggah foto rumah serta mencantumkan titik koordinat lokasi tempat tinggal. Bagi masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan teknologi digital, proses tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: PSHT Kota Blitar Boyong 19 Medali di Kejurnas, Dua Pesilat Raih Predikat Terbaik

Hanung mengatakan tidak semua masyarakat familier dengan tautan pembaruan data secara mandiri, terutama ketika harus melakukan penandaan lokasi melalui peta digital. Karena itu, sebagian warga akhirnya memilih datang langsung untuk memperoleh bantuan petugas.

BPS, lanjut dia, memahami keluhan warga yang datang dengan kondisi ekonomi yang beragam. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa BPS memiliki kewenangan terbatas dalam proses tersebut.

BPS hanya membantu memperbarui data yang diajukan masyarakat. Lembaga tersebut tidak dapat menjanjikan perubahan status desil secara langsung.

“Kami tidak menjanjikan bisa langsung membantu menurunkan desil. Tugas kami hanya membantu meng-update data. Bagaimana hasil akhirnya nanti tetap mengikuti formula sistem,” pungkas Hanung. (bud/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Data Kesejahteraan Update Desil DTSEN lansia BPS Kota Blitar