Bonsai Klampis Bisa Kering Setelah Dipotong, Begini Cara Mengatasinya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:00 WIB
Bonsai Klampis memiliki risiko kering setelah dipotong. Simak teknik pemangkasan dan komposisi media agar pertumbuhan tetap optimal. (PINTEREST)
Bonsai Klampis memiliki risiko kering setelah dipotong. Simak teknik pemangkasan dan komposisi media agar pertumbuhan tetap optimal. (PINTEREST)

JAKARTA - Bonsai Klampis memiliki karakter khusus yang perlu diperhatikan saat dilakukan pemangkasan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah risiko kekeringan setelah cabang dipotong. Karena itu, pemotongan bonsai Klampis sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan bagian cabang yang hendak dipertahankan.

Hal tersebut diperlihatkan dalam perawatan Klampis hitam atau Klampis Ireng pada video kanal Nyambik AI. Bonsai tersebut sebelumnya mengalami pertumbuhan yang dinilai kurang subur dan sangat lambat. Kondisi itu diduga berkaitan dengan media tanam serta ukuran pot yang terlalu kecil.

Perawatan kemudian dilakukan dengan membongkar tanaman, mengganti media, dan memindahkannya ke pot yang lebih besar. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses pengembangan dan penyeimbangan pohon.

Klampis sendiri memiliki karakter yang cukup khas. Batangnya mempunyai duri tajam yang tumbuh di setiap ruas. Bentuk daunnya disebut hampir menyerupai daun putri malu. Ketika sore, daunnya dapat menutup atau mengempis.

Selain bagian daun, karakter batang juga menjadi salah satu daya tarik tanaman ini untuk dibentuk sebagai bonsai. Namun, proses pembentukan perlu dilakukan dengan hati-hati, terutama ketika menentukan bagian yang akan dipotong.

Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Status Bansos

Jangan Potong Terlalu Dekat

Pemotongan menjadi bagian penting dalam pembentukan bonsai Klampis. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa jarak pemotongan perlu dibuat sedikit lebih jauh dari titik yang sebenarnya ingin dijadikan target.

Alasannya berkaitan dengan karakter kekeringan pada Klampis. Setelah dipotong, jaringan tanaman dapat mengalami kekeringan yang menjalar dari bagian potongan menuju bagian lain.

Jika potongan dibuat terlalu dekat dengan cabang yang ingin dipertahankan, kekeringan tersebut berpotensi mencapai bagian yang dibutuhkan. Kondisi itu dapat menyebabkan cabang yang seharusnya dipertahankan ikut mati.

Karena itu, pemotongan dilakukan dengan menyisakan bagian lebih panjang. Tujuannya sebagai antisipasi apabila kekeringan bergerak dari titik potongan. Setelah kondisi tanaman aman, bagian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembentukan berikutnya.

Pengalaman dalam melakukan pemotongan Klampis juga disebut menjadi alasan pentingnya memperhatikan teknik tersebut. Kesalahan dalam menentukan titik potong dapat berpengaruh terhadap cabang yang sudah dipilih untuk membentuk bonsai.

Media Tanam Jangan Terlalu Menyimpan Air

Selain pemangkasan, kondisi media menjadi perhatian lain dalam perawatan bonsai Klampis. Tanaman ini disebut menyukai tempat yang panas dan tidak terlalu menyukai kondisi media yang banyak menyimpan air.

Komposisi media yang digunakan dalam video terdiri dari pasir dua bagian, tanah satu bagian, dan sekam satu bagian. Sekam tersebut kemudian menggunakan sekam bakar.

Campuran tersebut ditujukan agar media memiliki kondisi yang cenderung poros. Dengan demikian, media tidak terlalu banyak menyimpan air.

Meski media tidak boleh terlalu banyak menahan air, penyiraman tetap dilakukan. Perawatan yang diperlihatkan menunjukkan bahwa kebutuhan penyiraman tetap diperhatikan dengan kondisi media sebagai salah satu pertimbangan.

Pada proses pembongkaran, akar bonsai Klampis terlihat sudah padat. Media lama juga disebut sudah banyak berkurang. Kondisi tersebut menjadi alasan tanaman perlu mendapatkan media baru.

Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Status Bansos

Pot yang digunakan kemudian dibuat lebih besar. Pergantian pot dilakukan karena pohon masih membutuhkan ruang untuk proses pengembangan dan penyeimbangan.

Bonsai yang sebelumnya terlihat kurang subur diharapkan dapat tumbuh lebih baik setelah mendapatkan media dan pot baru. Perawatan kemudian dilanjutkan dengan penyiraman menggunakan selang.

Aliran air saat penyiraman juga perlu dikendalikan. Jika tidak diberi batas, tanah pada bagian pot dapat ikut terbawa air. Dalam video, potongan batu digunakan sebagai pembatas agar media tidak mudah terbawa ketika tanaman disiram.

Perawatan bonsai Klampis tersebut menunjukkan bahwa pembentukan tanaman tidak hanya bergantung pada pemangkasan. Penentuan titik potong, kondisi media, ukuran pot, hingga cara penyiraman menjadi bagian yang diperhatikan agar tanaman dapat terus berkembang.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Nyambi Ok
media tanam bonsai Perawatan Bonsai Bonsai Klampis Klampis Hitam Klampis Ireng